Mentari menatap malu, berselimut dibalik selimut mendung..
Menyapa angin yang melangkah kesana kemari membawa hawa dingin
Menusuk hingga liang hati yang paling dalam
Terdengar nyanyian merdu suara alam
membentuk buritan 7 warna menghias kaki-kaki langit
membangunkan lagi dedaunan yang sedang pulas dalam mimpinya
Pikiran ini terpaku ketika bisikan kenangan menghampiri..
Menyapaku dengan suara dan suasana yang sama sekali ga asing dalam pandangan
Tertunduk kepalaku.. tak terasa.. buritan air bening meleh dari mata ini
aku...
aku menangis ketika kaki-kaki dan tanganku ini...
hanya diam dalam jeratan waktu yang semakin lama semakin kuat..
jika suatu saat malam akan tiba..
semoga rembulan dan bintang-bintang dilangit sana
masih mau menemaniku berjalan kembali
menyusuri alur cerita yang makin panjang dan melelahkan untuk dijalani
...............................................
.......................................
...............
Dan.. Kalian sahabat-sahabatkua...
Adalah tongkat yang selalu menjadi penolong ketika asa ini mulai redup
Senyum kalian adalah cahaya yang paling kuat ketika mata ini mulai gelap
Tangan-tangan kalian lah yang menyokong kuat ketika badan ini mulai roboh..
Tidak ada buritan kata yang bisa terangkai..
Tidak ada lagu yang mampu mewakili
Tapi, aku yang lemah ini hanya mampu mengucap..
terimakasi untuk semuanya...
Karena kalianlah aku masih mampu berdiri hingga saat ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar